Awalnya, aku tak mengerti akan arti cintaaaaahhhh
Namun, semua itu berubah sejak negara API menyerang T_T

putri kerajaan dari negara api itu amat menarik hatiku

namun aku hanyalah seorang faisal. apa yang bisa seorang faisal lakukan untuk menaklukkan hati seorang putri negara api?????

Dalam hidup ini saya mempunyai teman-teman yang mempengaruhi gaya hidup saya hingga sekarang. Semasa SMP, kepribadian saya adalah seorang yang pendiam dan kurang aktif dalam pergaulan serta kegemaran saya hanyalah bermain game online tanpa mengenal waktu, sehingga menyebabkan nilai akademis saya kurang memuaskan. Namun, semenjak memasuki masa SMA semua hal itu berubah secara drastis.

Setelah masuk SMA pergaulan saya berubah, itu dimulai ketika saya duduk di bangku kelas 11 SMA. Awalnya saya malu-malu untuk bergaul. Namun, pada saat itu saya bertemu dengan teman-teman yang sangat menyenangkan untuk diajak bergaul. Sejak saat itu kepribadian saya cepat berubah, dan kegemaran saya dalam bermain game online telah hilang seketika. Setelah sekian lama saya dan teman-teman saya semakin akrab, untuk menambah erat hubungan kita maka diputuskan untuk membuat sebuah komunitas/genk dalam kelas dengan nama ”The SunShine”. The SunShine sendiri terdiri dari saya, Bayu, Jojo, Danang, dan Rachman. Kita berlima merupakan sahabat terdekat selama kelas 11, ketika bermainpun kita selalu tak terpisahkan. Kala itu saya merasa sangat bahagia sekali mempunyai teman-teman seperti mereka.

Namun, ketika memasuki kelas 12, Danang dan Rachman terpisah kelas dari saya, Bayu, dan Jojo. Ketika itu juga kerenggangan hubungan kita mulai terlihat. Dalam kelas baru tersebut saya menemukan teman baru lagi yang juga menyenangkan. Namun The SunShine masih merupakan genk kebanggaan saya. Tidak terasa akhirnya masa SMA telah berakhir, dan saatnya kita semua untuk melanjutkan studi masing-masing. Ketika itulah kami berlima terpisah karena berbeda universitas, tapi hanya saya dan Danang yang terpisah karena saya kuliah di IPB dan Danang di ITS, sedangkan Bayu, Jojo, dan Rachman masih dalam satu universitas yaitu di Gunadarma. Tetapi itu masih tidak memisahkan kita semua, kami masih sering bermain bersama jika ada waktu senggang. Semoga tali persahabatan kita tidak akan pernah putus hingga ajal menjemput.

Dari cerita di atas, saya dapat mengambil hikman bahwa persahabatan merupakan obat termanjur untuk membentuk kepribadian. Bayangkan bila saya tidak bertemu dengan teman-teman seperti mereka, mungkin saya akan terjerumus ke jalan yang tidak saya inginkan. Keempat orang teman saya itu adalah sahabat sejati saya semasa SMA, semoga di masa perkuliahan ini saya kembali menemukan teman-teman seperti mereka yang dapat menjadikan saya lebih baik lagi. Semoga cerita tentang persahabatan saya ini dapat memberikan inspirasi bagi siapa saja yang membaca cerita ini.

Dalam perjalanan menjadi mahasiswa IPB tentu tidak mudah, banyak hal-hal yang harus ditempuh untuk menjadi mahasiswa di universitas  negeri satu-satunya di Bogor tersebut. Salah satunya adalah melalu jalur USMI, melalui USMI-lah mayoritas mahasiswa baru IPB banyak diterima. Dengan standar nilai rapor yang telah ditentukan oleh IPB maka seorang siswa dapat diterima di IPB dengan seleksi nilai rapor tanpa melalui tes akademik apapun.

Menjadi mahasiswa IPB merupakan cita-cita saya sejak dulu. Maka dari itu saya mendaftarkan diri untuk menjadi mahasiswa IPB melalui jalur USMI. Saya merasa yakin  dengan standar nilai rapor yang saya punya karena sudah sesuai dengan standar nilai yang telah ditentukan oleh IPB. Dengan proses yang begitu panjang maka tibalah saat dimana pengumuman hasil seleksi USMI diinformasikan.

Dengan hati terbuka dan lapang dada saya menerima hasil yang telah diperoleh, dan hasilnya adalah saya tidak diterima. Saya merasa bingung, padahal nilai saya sudah sesuai standar tetapi masih belum diterima. Ternyata nilai standar telah dinaikan oleh pihak IPB, atau sebab lain adalah mungkin dikarenakan sekolah asal saya adalah sekolah swasta yang belum cukup terkenal, sehingga jatah PMDK/USMI untuk masuk ke universitas negri seperti IPB sangat kecil. Itu terlihat dari siswa yang diterima di IPB melalui jalur USMI hanya 1 orang. Awalnya saya sedikit kecewa dengan hasil tersebut, namun dengan mengingat masih ada jalur lain untuk masuk IPB maka saya belum menyerah. Saya mencoba jalur UTM atau Ujian Talenta Mandiri. Dengan kerja keras dan berbekal ilmu pengetahuan yang cukup saya mengikuti tes tersebut. Dengan ikhtiar dan tawakal saya menunggu hasil tes tersebut, dan pada akhirnya saya diterima di IPB pada jurusan Biologi. Alhamdulillah, akhirnya cita-cita saya tercapai juga.

Dari pengalaman tersebut saya mendapat pelajaran, bahwa dalam sebuah kegagalan adalah sebuah kesuksesan yang tertunda. Jadi apabila anda mengalami kegagalan janganlah berkecil hati dan putus asa, teruslah kejar apa yang anda inginkan dengan kerja keras dan keyakinan yang kuat. Semoga cerita tersebut dapat menjadi inspirasi bagi diri saya sendiri maupun orang lain yang membacanya untuk dijadikan motivator dalam setiap kegiatan.



Memang gak sdikit juga film komedi Hollywood yang isinya ngikutin
kesuksesan film komedi lain,tapi di sisi lain film komedi yang
menawarkan ide segar terus bergulir.bbrp di antaranya bahkan bisa
tampil fenomenal dan mempengaruhi atau menjadi inspirasi bagi film2
komedi lainnya.

antara waktu 90-an dan awal 2000-an saja, stdknya 12 film komedi
brikt tmasuk golongan itu.

1. Home Alone (1990)

Pemain: Macaulay Culkin, Joe Pesci
Sutradara: Chris Columbus

Ini adalah film komedi tahun 90-an yang tercatat paling fenomenal. Kevin
(Macaulay Culkin) yang tidak sengaja tertinggal di rumah saat hari
Natal, sementara orangtua dan saudara-saudaranya pergi berlibur ke
Paris, harus mengeluarkan semua triknya untuk menghadapi ulah dua
pencuri sial. Aksi Kevin dengan rangkaian triknya itu menjadi kekuatan
utama yang sangat menghibur dari film ini.

Film-film sejenis yang muncul belakangan, rasanya masih belum ada yang
dapat mengalahkan kelucuan film yang meraih pendapatan lebih dari 285
juta dolar ini. Siapa yang bisa menandingi ekspresi teriakan Kevin saat
kedua tangannya memegang pipinya yang cukup banyak ditiru film lain itu?
Sekuel berjudul Home Alone 2: Lost in New York yang diluncurkan pada
1992 melanjutkan kesuksesan peran Culkin sebagai Kevin. Home Alone
adalah Macaulay Culkin. Demikian juga sebaliknya.

Makanya ketika sekuel berikutnya, Home Alone 3, dirilis tanpa kehadiran
Culkin langsung meredupkan film itu di pasaran. Culkin sendiri setelah
dewasa mencoba melepaskan diri dari bayang-bayang Home Alone, tapi
sayangnya tidak berhasil. Karirnya kurang berjalan mulus.

2.Hot Shots! (1991)

Pemain: Charlie Sheen, Valeria Golino
Sutradara: Jim Abrahams

Pada saat film parodi belum seramai seperti sekarang, Hot Shots! datang
dengan segudang kelucuan yang memarodikan tokoh terkenal seperti Saddam
Hussein dan adegan-adegan dari film-film ngetop seperti Top Gun, Gone
with the Wind, Rocky, Superman, Nine ½ Weeks, dan Platoon lewat tokoh
Topper Harley (Charlie Sheen).

Yang tak terlupakan tentunya adalah adegan saat Charlie Sheen menggoreng
telur dan daging di atas perutnya Valeria Golino dalam rangka
memparodikan Nine ½ Weeks. Setelah Hot Shots!, mulailah film parodi
ramai dibuat dan berlanjut hingga saat ini. Sementara Hot Shots! sendiri
hanya sampai pada sekuel Hot Shots Part Deux (1993).

4. Mrs. Doubtfire (1993)

Pemain: Robin Williams, Sally Field, Pierce Brosnan
Sutradara: Chris Columbus

Kurang afdol rasanya membicarakan film komedi tanpa menyebut film Mrs.
Doubtfire. Di sini, Robin Williams berubah menjadi sosok janda tua
berbadan besar bernama Mrs. Doubtfire saat mantan istrinya memasang
iklan lowongan kerja sebagai pembantu rumah tangga untuk mengurus ketiga
anak mereka. Dan kelucuan pun mulai bergulir. Adegan paling lucu waktu
dia harus menjadi dua orang yang berbeda pada saat bersamaan di restoran
yang sama.

Selain meraup pendapatan besar hingga lebih dari $400 juta, sejumlah
penghargaan bergengsi juga diraih film ini. Sebut saja seperti Academy
Awards 1994 untuk Best Makeup, Golden Globe Awards 1994 untuk Best
Picture dan Best Actor, dan MTV Movie Awards 1994 untuk Best Comedic
Performance. Sejumlah film komedi lain mendapat inspirasi dari sini,
terutama soal ‘penyamaran’ Robin Williams menjadi orang berbadan besar.
Salah satunya adalah Big Momma’s House (2000).

5. Dumb and Dumber (1994)

Pemain: Jim Carrey, Jeff Daniels, Lauren Holly
Sutradara: Bobby Farrelly, Peter Farrelly

Aksi kocak gila-gilaan Jim Carrey dan Jeff Daniels memerankan dua tokoh
yang selalu bertingkah bodoh sangat tidak sulit mengundang tawa.
Misalnya saat mereka harus berurusan dengan toilet di rumahnya Mary
Swanson (Lauren Holly). Film ini pun sukses meraup pendapatan lebih dari
$ 246 juta.

Tingkah super bodoh mereka berdua menjadi inspirasi bagi sejumlah film
komedi lain seperti American Pie (1999). Sayangnya, prekuelnya (Dumb and
Dumberer: When Harry Met Lloyd) yang dirilis pada 2003 terbilang gagal
di pasaran. Mungkin karena tidak lagi memasang Jim Carrey dan Jeff
Daniels

6. Bean (1997)


Pemain: Rowan Atkinson, Peter MacNicol
Sutradara: Mel Smith

Sukses di televisi, Mr. Bean juga sukses besar ketika diangkat ke layar
lebar. Tetap menyuguhkan keluguan dari sang tokoh pada setiap adegannya,
bahkan sejak dari awal. Bedanya untuk versi bioskop alur ceritanya
dibikin lebih panjang. Kali ini pameran sebuah lukisan terkenal, hampir
gagal total lantaran lukisan yang akan dipamerkan rusak akibat keisengan
Mr. Bean (Rowan Atkinson).

Jangan lewatkan bagaimana caranya mengakali soal lukisan rusak itu serta
keisengannya yang tidak sengaja membuat anaknya David Langley (Peter
MacNicol) yang sedang koma menjadi siuman. Atas ulah kocaknya itu, film
ini mampu meraih sekitar $ 230 juta dari pemutaran di bioskop seluruh
dunia. Tak heran, sekuelnya bertajuk Mr. Beans Holiday pun segera
menyusul di tahun 2007.

7. There’s Something about Mary (1998)

Pemain: Cameron Diaz, Matt Dillon, Ben Stiller
Sutradara: Bobby Farrelly, Peter Farrelly

Sukses menggarap film Dumb and Dumber, tidak sulit bagi Bobby Farrelly
dan Peter Farrelly mendulang sukses besar lewat film komedi berkisah
soal cinta segitiga tokoh yang diperankan oleh Cameron Diaz, Matt
Dillon, dan Ben Stiller. Berbagai kelucuan yang susah dilupakan mengalir
deras di sini. Tentunya masih banyak yang ingat dengan gel pengeras
rambutnya Mary (Cameron Diaz). Begitu juga adegan mengintip Mary yang
sedang berganti baju yang ditiru oleh sejumlah film komedi lain.

Sukses besar film komedi ini membuahkan ganjaran sejumlah penghargaan
bergengsi. Tidak perlu heran juga kalau terkadang merasakan aura atau
pengaruh film ini saat menonton film komedi lain. Sebut saja seperti Not
Another Teen Movie (2001) dan Date Movie (2006).

8. Rush Hour (1998)

Pemain: Jackie Chan, Chris Tucker
Sutradara: Brett Ratner

Apa jadinya jika Jackie Chan dan Chris Tucker dipasangkan dalam film
komedi? Jadilah dua detektif berbeda ras yang kadang sok serius tapi
lebih sering bertindak konyol. Dengan balutan cerita ringan seputar
penculikan anak diplomat, aksi jenaka gerakan kung fu Jackie Chan dan
omelannya Chris Tucker menjadi paduan yang mengundang tawa.

Jangan lewatkan aksi komedi Jackie Chan saat berusaha tidak memecahkan
guci-guci raksasa walaupun sedang berkelahi dengan Juntao, penjahat
dalam film ini. Rupanya karena banyak yang suka dan menghasilkan uang
sebanyak lebih dari $ 200 juta, kerja sama Chan dan Tucker di film ini
terus berlanjut hingga ke Rush Hour 3 yang dirilis 2007 lalu. Tak heran
Rush Hour juga membawa pengaruh bagi sejumlah film berbau komedi macam
Shanghai Knights (2003) dan Agent Cody Banks (2003).

9. American Pie (1999)

Pemain: Jason Biggs, Shannon Elizabeth, Tara Reid, Seann William Scott
Sutradara: Paul Weitz dan Chris Weitz

Film komedi remaja dengan unsur cewek seksi berbalut cerita lucu seputar
rencana Jim (Jason Biggs) dan teman-temannya untuk melepas keperjakaan
mereka sebelum lulus sekolah. Adegan heboh yang tidak terlupakan
tentunya saat Nadia (Shannon Elizabeth) berganti baju di kamarnya Jim
yang disiarkan via webcam.

Sukses gila-gilaan dengan pendapatan seluruh dunia lebih dari $ 235 juta
(menurut Box Office Mojo), membuat American Pie kemudian menelurkan dua
sekuel dan tiga spin-off. Itu belum termasuk pengaruhnya membuat
membanjirnya film komedi remaja dengan unsur komedi serupa (baca: ada
unsur cewek seksi).

10. Scary Movie (2000)

Pemain: Anna Faris, Carmen Electra, Shannon Elizabeth
Sutradara: Keenen Ivory Wayans

Inilah film yang menjadi pemicu hadirnya rombongan film parodi horor. Di
sini, film Scream (1996) adalah salah satu yang menjadi objek utama.
Masih ingat bagaimana Carmen Electra hanya dengan pakaian two-piece di
taman bergaya seperti di film seri Baywatch padahal ia sedang dikejar
pembunuh bertopeng? Lainnya adalah The Sixth Sense, I Know What You Did
Last Summer, dan bahkan The Matrix.

Sebagai film komedi parodi horor dengan deretan bintang yang bukan
tergolong papan atas, Scary Movie terbilang sangat sukses jika melihat
penghasilannya yang mencapai lebih dari $278 juta menurut Box Office
Mojo. Sekuelnya sendiri sudah dibikin hingga Scary Movie 4 (2006).
Kabarnya Scary Movie 5 sedang dipersiapkan untuk dirilis akhir tahun ini
atau 2009 mendatang.

11. Meet the Parents (2000)

Pemain: Ben Stiller, Robert De Niro
Sutradara: Jay Roach

Diperiksa dengan menggunakan lie detector oleh calon mertua? Itulah
salah satu mimpi buruk yang dialami Greg Focker (Ben Stiller) di film
ini. Masih ada segudang kesialan lain yang menimpa Greg ketika berusaha
menjadi calon menantu yang baik di hadapan Jack (Robert De Niro), ayah
dari cewek nya. Inilah film komedi Stiller terbaik setelah There’s
Something about Mary (1998). Di film ini, Stiller membuktikan ia tidak
perlu beraksi berlebihan untuk membuat orang tertawa. Pengaruh film ini
terasa pada sejumlah film bernuansa komedi seperti My Big Fat Greek
Wedding (2002) dan Just Married (2003).

12. Kung Fu Hustle (2004)

Pemain: Stephen Chow
Sutradara: Stephen Chow

Ini adalah film kung fu berbalut komedi yang sangat kental hasil karya
Stephen Chow dengan dukungan berbagai efek visual canggih. Film ini juga
memasukkan parodi dari sejumlah film dan tokoh terkenal dari film-film
macam Shaolin Soccer sampai film The Matrix dan Spider-Man.
Kejar-kejaran Sing (Stephen Chow) dan Landlady (Yuen Qiu) yang seru
banget itu mengingatkan pada kejar-kejaran antara dua tokoh kartun, Wile
E. Coyote dan Road Runner. Saat diputar di Amerika pada tahun 2005, film
ini sukses besar. Kung Fu Hustle menjadi patokan baru bagaimana sebuah
film komedi bernuansa kung fu seharusnya dibuat.

Sumber : kaskus.us

IPB Love Palestine
IPB Badge IPB Badge
April 2017
S M T W T F S
« Feb    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30